DERAP LANGKAHKU DI ASRAMA YAPI


AKU dan "RUMAH PENGKADERAN" YAPI

    Yayasan Asrama Plajar Islam (YAPI) merupakan yayasan yang memfasilitasi Mahasiswa khusus luar jakarta yang merantau ke Jakarta, yayasan beralamat di Jl. Sunan Giri, Rawamangun, Jakarta Timur. Yayasan Asrama Pelajar Islam sewaktu aku pertamakali datang memiliki tiga asrama yaitu Asrama Sunan Gunung Jati (ASGJ), Asrama Sunan Giri(ASG), dan Asrama Wali Sanga(AWS), semua asrama ini di khususkan untuk mahasiswa luar jakarta, dan untuk saat ini sudah Yayasan telah memiliki 4 (empat) Asrama yakni menambah satu asrama yang dikhusukan untuk mahasiswi yaitu Asrama Putri(ASPURI). Itu sedikit tentang Yayasan Asrama Islam.
    Awal perjalanan ku kenal Yayasan Asrama Pelajar Islam dan masuk di asrama YAPI, yaitu tepat pada akhir tahun 2019 di desa Mlagen, Kec.Pamotan, Kab.Rembang. Setelah selesai menamatkan pendidikan Madrasah Aliyah Darul Huda di desa Mlagen, aku ikut kakak ku ke Jakarta untuk menempuh pendidikan selanjutnya di Sekolah Tinggi Ekonomi dan Perbankan (STEBANK) Islam Mr. Sjafruddin Prawiranegara Jakarta, saya berangkat ke jakarta bersama 1 teman lagi yang berasal dari Demak yang bernama Rifki.
    Sesampainya di kota yang begitu besar dan penuh bangunan-bangunan tinggi ini aku dan rifki tidak langsung masuk ke asrama kampus melainkan di antar ke tempat sementara para mahasiswa Kampus yang berada di Rawasari, yaitu di lantai dua bangunan sekolah. Setelah diantar ke tempat tinggal sementara para mahasiswa oleh kakak ku disitulah aku baru merasakan atmosfir yang berbeda dari biasanya, yang awalnya tinggal bersama keluarga ini aku tinggal dengan orang asing yang belum pernah ku temui, setelah beberapa hari aku mulai akrap dengan para senior ku disana dan diberitahu sedikit mengenai kampus dan perjalanan mereka sampai di tempat ini.
    Senior yang pertama kali aku dan rifki kenal adalah bang Ande dan bang Mahlil yang berasal dari tanah Aceh, sesuai apa yang saya dengar Kampus yang aku tuju berada di daerah Sentiong dan disana juga ada asrama khusus untuk mahasiwa-mahasiswinya, namun sebab ada musibah yang membuat mahasiswanya harus di ungsinkan dan bahkan kampus mau dipindah yayasan. Setelah hampir satu bulan lebih di tempat tinggal sementara itu, aku dan temanku rifki di beritahu seniorku bahawa seleksi dan pendaftaran masuk kampus telah dibuka, dan pendaftaran masuk kampusnya dilaksanakan di gedung YAPI, awalnya aku belum tahu YAPI itu apa dan dimana namun disinilah awal mula aku mulai mengenal dan pertama kali masuk ke gedung YAPI dan pertama kali juga aku dan rifki kenal apa itu yang namanya GRAB, kemudian kita berdua naik grap dan di antar ke gedung YAPI.
    Sesampainya di gedung YAPI aku dan rifki langsung masuk dan diarahkan untuk naik kelantai dua gedung dan masuk kesebuah ruangan untuk ikut seleksi dan daftar masuk kampus, pada waktu itu ada tiga orang yang ikut seleksi sambil menunggu penyeleksi hadir aku, rifki dan satu orang lagi kami berbincang dan saling berkenalan, setelah beberapa saat penyeleksinya datang dan langsung duduk didepan kita, disini aku kaget kerena yang menjadi penyeleksi di kampus ini merupakan orang yang ku kenal beliau tinggal satu kampung dengan ku, yang ku tahu saat itu beliau menempuh pendidikan di semarang unuk S1 dan ke jakarta untuk melanjutkan S2 nya beliau adalah Pak Najib, kemudin setelah selesai seleksinya aku dan pak najib berbincang sedikit lalu pilang.
    Kemudian beberapa minggu setelah seleksi masuk kampus dan alhamdulilah bisa lolos dan masuk sebagai mahasiswa STEBANK, namun ada kabar bahwa kampus kita di pindahkan ke Yayasan Asrama Pelajar Islam dan mahasiswanya diharuskan untuk masuk dan tinggal di asrama yang dimiliki oleh Yayasan baru yang menaungi kampus kita, tak berselang lama aku, rifki, bang andre, mahlil, ardian dan fajar kemudian memuuskan untuk pindah ke asrama sunan giri yang lokasinya tidak jauh dari gedung YAPI. Disinilah awalmula aku kenal dengan asrama YAPI, dimana aku, rifki dan 4 seniorku langsung masuk ke asrama sunan giri yang pada waktu itu diketuai oleh bang Restu Saputra.
    Awal masuk ke asrama sunan giri, sebelum aku dan yang lain diterima menjadi warga di asrama sunan giri kita harus diwawancarai dahulu oleh para pengurus dan direktur asrama waktu itu baru kemudian jika memenuhi persyaratan kita diterima untuk tinggal di asrama sunan giri, setelah kita diterima sebagai warga dan tinggal diasrama kita mendapatkan banyak sekali fasilitas, mulai dari tempat tidur, lemari tempat baju, Wifi, kamar mandi, dan masih banyak lagi, namun untuk warga baru yang datang di asrama sunan giri dikenakan biaya pangkal atau yang bisa disebut sebagai uang untuk membeli kasur dan juga bantal, merek menyebutnya uang pangkal.
    Setelah tinggal di asrama sunan giri beberapa minggu kita mendapatkan informasi bahwa akan dilaksanakan tes sebagai awarga baru YAPI atau yang disebut dengan Organ, dimana dilaksanakan digedung utama YAPI atau YAPI Center disana kita harus masuk dibeberapa pos yang telah disediakan oleh panitia atau pengurus asrama yang ada disana, di dalam pos-pos ini kita disuruh memperkenal kan diri kemudian menceritakan singkat riwayat pendididkan kita, ada beberapa pertanyaan dan perintah dari pengurus asrama disetiap posnya, didalam kegiatan organ inilah aku tahu bahwa ada asrama lain selain asrama sunan giri, yaiu asrama sunan gunung jati, dan asrama wali sanga sebab didalam kegiatan organ ini kita juga di jelaskan mengenai YAPI dan asrama-asramanya.
    Selesai kegiatan organ selanjutnya kita melanjutkan kegiatan dan agenda-agenda asrama yang begitu banyaknya, mulai dari piket bersih-bersih, kajian, sholat berjamaah, penyampaian makalah, dan banyak lagi, diasrama warga asrama sunan giri dituntut untuk menjalankan program yang telah disusun oleh pengurus asrama. Setelah beberapa bulan diasrama dengan begitu banyaknya kegiatan didalam atau pun diluar asrama aku  yang dasarnya orang yang belum bisa menyesuaikan diri dengan alur jalannya asrama dan lebih suka menuruti kesenangan hati waktu itu, melakuakan hal yang kurang baik dengan mulai tidak pernah ikut kegiatan, rapat, sholat jama'ah diasrama, keluar tanpa izin pengurus, dan sampai pernah aku di panggil pengurus asrama tapi aku tidak datang, karena waktu itu aku masih kurang pengalaman di dunia luar dan kurang bersosialosai menjadikan aku yang lebih memilih hal yang aku sukai dan sering tidak ada di asrama watu itu.
    Kemudian setelah begitu banyak kesalahan yang ku buat diasrama sunan giri, oleh keputusan para pengurus asrama aku dikeluarkan dan dipindah kan keasrama sunan gunung jati sesuai arahan dari para pengurus asrama yang merasa kasihan kepada ku. Kemudian dengan berbagai derama di asrama sunan giri sampai-sampai kakak ku sampai menelfon dan marah semarahnya kepada ku dan itu merupakan hari yang sangat apes bagi ku. Kemudian aku pindah asrama dari asrama sunan giri ke asrama sunan gunug jati, kira-kira itu di pertengahantahun 2020 aku pindah ke asrama sunan gunung jati.
    Dengan sesuai prosedur yang hampir sama dengan asrama sunan giri, diasrama sunan gunung jati aku juga harus di wawancara terlebih dahulu dengan para pengurus dan direktur asrama, aku ingat betul waktu pertama kali aku datang ke asrama sunan gunung jati ini , yaitu pada malam hari dan aku suruh untuk langsung istirahat dikamar, waktu itu aku di arahkan untuk beristirahat dikamar no 4 dan aku satu kamar dengan bang gufran, selang bebrapa hari kemudian aku di wawancarai oleh para pengurus dan direktur asrama sunan gunung jati yang  waktu itu di krtuai oleh bang Doni dan Direktur asrama pak paid ponandang, disinalah aku mendapatkan satu kesempatan untuk lebih dalam mengenal YAPI dan asrama-asramanya.
    Kehidupan ku setelah masuk keasrama baru ini di awal-awal masih terus menyendiri dngan sering mengurung diri dikamar, lama sampai beberapa minggu masih terus mengurung diri dan jarang ikut kegiatan samapai suatau saat aku di panggil pengurus untuk evaluasi warga dan mendapatkan banyak keluahan dan dengan berbagai alasan para pengurus bisa memakluminya, kemudian setelah evaluasi dengan pengurus aku kemudian di panggil untuk bertemu direktur asrama, dengan diberikan banyak sekali arahan, motivasi dan renungan dari direktur asrama aku kemudian mulai berubah yang awalnya suka tidak ikut kegiatan mulai ikut kegiatan, yang awalnya jarang ikut sholat berjama'ah mulai ikut sholat jama'ah, kegiatan di asrama sunan gunung jati sebenarnya tidak jauh beda dengan sunan giri namun yang istimewa di asrama ini adalah rasa kekeluargaannya yang begitu kental.
    Di asrama sunan gunung jati ini aku mulai bisa bersosialisasi mulai berani menyampaikan gagasan ku walau dengan nada yang terbatah-batah disini lah aku mulai banyak belajar tentang segala hal yang mungkin jarang orang dapatkan ditempat tinggalnya, menjadi panitia PHBI, kurban, syiar ramadhan dan banyak lagi kegiatan yang sifatnya untuk masyarakat sekitar, setelah begitu banyak hal yang dilewati tepat pada tahun 2021 dalam acara RTW (Rapat Tahunan Warga) aku di percaya untuk menjadi bendahara asrama sunan gunung jati dan menjalankan tanggung jawab selama satu tahun dengan berbagai macam kegiatan, drama, masalah, susah, senang, duka, dan banyak hal ditahun 2021 kita lewati bersama pengurus dan waarga asrama.
    Kemudian ditahun 2022 aku di percaya untuk memimpin asrama sunan gunung jati sampai sekarang masih berjalan semoga aku bisa memenuhi apa yang dibutuhkan warga dengan kapasitas diriku yang masih perlu banyak pengalaman, masih perlu banyak belajar, masih perlu banyak arahan, masukan, kritikan, supaya dapat menjadi pengurus yang baik.
    Sampai disini cerita ku tentang asrama atau rumah pengkaderan YAPI semoga yayasan dan asrama-asramanya menjadi lebih maju lagi dapat menumbuhkan bibit-bibit yang unggul, pemimpin-peminpin bangsa yang baik sesuai tuntunan Al-Quran & hadis amin.

Komentar